SEHARI NGE-TIM (6)

Category : tentang PeKerJaan

Part 6 : Jalan LC Seminyak KutaBoroknya pekerjaan Kontraktor terlihat lagi.
Kali ini di ruas jalan LC Seminyak Kuta.
Ruas jalan ini merupakan pembuatan jalan baru, karena tahun kemaren masih berupa sawah dan atas nota sakti dari DPR, maka dibuatlah jalan untuk menghubungi tempat-tempat yang berguna untuk masyarakat setempat.

Namun, seperti yang dikatakan tadi, boroknya pekerjaan sudah mulai terlihat pada masa-masa pemeliharaan jalan, yang biasanya dihitung maksimal 6 bulan setelah pekerjaan selesai dilakukan.

Pada beberapa tempat, aspal terlihat mengelupas, bisa jadi karena pengamparan aspalnya yang tidak merata, bisa juga karena bahan agregat halus teratas yang digunakan, sangat sangat halus, sehingga menyerupai debu. Ini hasil pemantauan beberapa teman yang mengetahui saat pekerjaan dilaksanakan.

Namun yang terlihat lebih buruk adalah retak-retak sepanjang jalan.
Dari keterangan Pelaksana, ini terjadi karena banyak lalu lintas yang lewat. He.. Bodoh banget jawabannya. Apa gak dihitung dengan lalu Lintas Harian Standar gak ya ? jadi alasan tersebut paling tidak sudah bisa diatasi.
Tapi penyebabnya bukan itu kok.
Dari Pengawas yang juga (sialnya) teman sekantorku, penyebab utamanya adalah karena faktor tanah dasar yang labil.
Hee… Trus kenapa masih ngotot make lapis dasar Limestone bukannya agregat pengaku untuk menstabilkan tanah dasar ?
Alasannya ya karena faktor keinginan dari atasan, juga pemimpin kegiatan yang ngotot make Limestone. Tapi dari keterangan teman yang sempat ikut menguji lahan tersebut, kabarnya ketinggian lapis pondasi paling tebal adalah 18 cm, dari rencana yang minimal 50 cm.
Trus kemana dong alokasi biaya dari ketebalan limestone 32 cm dikalikan panjang dan lebar jalan ? Waaahhh…Dibagi-bagi ke kantong pribadi sepertinya.

Lebih gila lagi, sudah tau tanah dasar labil, kok masih ngotot, gak membangun senderan dikiri kanan jalan, yang gunanya untuk pengaku dan penahan tanah agar tidak bergerak, tapi malah hanya dibuatkan got tanah yang digali seadanya dan parahnya kini sudah penuh dengan sampah ?

Bersyukur tim saat itu langsung menolak serah terima ruas jalan tersebut dan meminta perbaikan dari pihak Kontraktor. Nah lho…

Post a comment

CommentLuv badge