Tower Penguasa

Category : tentang Opini

Pernah melintas di jalan Kebo Iwa Utara ? setelah komplek Rumah Jabatan Kepala Dinas maupun Bupati dan jajarannya, trus ke arah Utara, didepan Masjid, lihat kearah timur…
Disitu terpancang tower yang barangkali digunakan untuk kepentingan BaliTV dalam mengudarakan siarannya.
Tower yang begitu tinggi menancap sementara lingkungan sekitarnya masih berupa sawah.

Pernah melintas di Jalan Nangka Selatan ? di tikungan terakhir sebelum Jalan Patimura, di belakang Altara Spa, disamping rumahku ? hehehe…
Ada satu tower sejenis dengan ketinggian 75 meter, dibangun untuk mengudarakan nomor seluler 082~ atau yang lebih dikenal sebagai Telesera.

Awal produk ini muncul, begitu menggebu-gebu dan salah satu kakak sepupu terbujuk untuk membeli telepon ini dan memakai nomor awalan 082~. Namun usianya gak lama, sinyal yang diharapkan gak muncul-muncul sampai dilibas oleh operator lain macam Telkomsel atau Indosat.

Yang aku bicarakan bukanlah teknologi maupun jaringan yang dipakai, namun bagaimana proses kok bisa tower setinggi itu terpancang begitu angkuh ditengah-tengah pemukiman, tanpa tahu kapan tower itu akan dibongkar.

Saat awal pembangunan sebenarnya sudah mengundang kontroversi gara-gara suara berisik pekerja yang lembur malam hari mengganggu keluarga sekitar tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Gak jarang baik batu bata, besi balok maupun benda-benda lainnya meluncur begitu deras secara tiba-tiba kearah pekerja dimalam hari dari arah tetangga sekitarnya tentunya, dan sempat menghentikan pekerjaan untuk ementara waktu.

Yang membuat tercengang tentu saja saat tau kalo yang dibangun adalah tower dengan ketinggian 75 meter tanpa adanya pemberitahuan kepada masyarakat sekitarnya.

Setelah selesai dibangun, protes masyarakat pun melimpah, namun ditanggapi dingin oleh pemilik tower.
Itu berlangsung hingga sampai pemilik tower akhirnya memberanikan diri mencari ijin pembanding dengan masyarakat sekitarnya.
TENTU DENGAN IMING-IMING ASURANSI KEMATIAN.
HWARAKADAH !
Kok begitu ?

Sampai kini, masyarakat sudah lelah bertanya-tanya tentang keberadaan tower tersebut. Mencari tahu ke Tata Kota Denpasar, mereka malah berkata ntu tower gak ada ijinnya.
Tapi kok bisa sampe dibangun selesai ?

Terus, kami harus mengadu kemana ?

Post a comment

CommentLuv badge