Playboy di Bali

Category : tentang KeseHaRian

Koran hari ini, Senin 12 Juni 2006, cerita seputar penerbitan majalah Playboy, yang saat ini berkantor di Bali, masih marak, bahkan kini ada 17 tokoh yang ikut menolak kehadiran kantor Playboy di Bali. Ngurah Harta, tempo hari menyarankan agar Playboy berkantordi Bali, lebih karena Erwin sang Pimpinan majalah adalah salah satu muridnya yang sudah menjadi bagian dari Keluarganya, dan mendapat restu untuk memindahkan kantor Playboy yang sempat diusak oleh FPI di Jakarta.

Menurutku, keputusan itu satu hal yang Bodoh. Lebih mengedepankan hubungan masa lalu dibandingkan dengan citra Pulau Bali saat ini. Tindakan yang kalo boleh dikatakan sebagai Tindakan yang Mencari Muka di mata masyarakat penggemar Playboy.

Walaupun isinya memang tidak sevulgar yang dibayangkan, namun tetaplah image Playboy dimata awam, adalah majalah Porno. Sama seperti Aqua yang bagi orang awam adalah minuman mineral, walaupun mereka memproduksi minuman dengan rasa buah-buahan, tetap saja awam lebih mengenal Aqua sebagai minuman mineral.

Sebagus apapun isi majalah Playboy, bagiku tetap saja image awam tetap Porno. Jadi menurutku, jika Erwin tetap ingin memproduksi majalah yang aman, pake nama lain saja. Beres urusan.

Tapi Bisnis adalah Bisnis. Dengan memakai label Playboy, diharapkan majalah inipun laku keras di masyarakat karena mengudang kontroversial. Namun apakah isinya akan tetap dijamin tidak vulgar ? Apakah sang pemilik majalah dipusatnya akan diam saja, jika mengetahui Playboy Indonesia isinya malah jauh dari pakem utama majalah tersebut ?

Mungkin akan sangat lucu jika misalkan saja, membaca Tempo versi Luar Negeri yang isinya cergam anak-anak, jika Tempo di daerah tersebut dilarang memuat berita Politik.

Bagiku, ini hanya sebuah dagelan yang tidak lucu…

Post a comment

CommentLuv badge