Bali : Pulau Porno ???

Category : tentang KeseHaRian

Bali, selama aku hidup, sudah banyak permasalahan yang terjadi disini. Dari sebutan Bali Pulau Seribu Pura, berubah menjadi Bali Pulau Seribu Ruko, atau Bali Pulau Beton, atau bahkan yang Ekstrim, Bali Pulau Sari Laut, huehehe….Bali Terkini, bisa jadi Bali disebut sebagai Pulau Porno.

Mungkin ada yang masih ingat dengan Joged Porno ? atau Pelawak Bali, yang tiap malam minggu mengadakan acara di Art Centre namun Banyolan yang dibawakan malah nyerempet bau-bau porno ?

Ini semua didukung pula dengan kondisi lapangan, dimana turis bule yang berjemur di pesisir pantai dengan sangat terbuka, padahal tidak jauh dari tempat tersebut Umat Hindu sedang mengadakan ritual keagamaan.

Bukan hal rahasia lagi jika tempat-tempat dugem, diskotik di seputar Kuta, bahkan mulai berani menyuguhkan penari-penari eksotis yang siap membuka pakaian hingga telanjang.

Siswi SMU kinipun sudah berani mempertontonkan adegan yang memperlihatkan (maaf) payudaranya dan bagian-bagian syur melalui fasilitas video pada ponsel, dan disebarkan pada teman-temannya hinga satu dua nyampe juga pada ponsel saya.

Penolakan RUU APP juga jadi berita hangat di Bali, karena itu semua bisa memberangus budaya Bali yang barangkali tidak akan bisa menarik wisatawan lagi jika busana penarinya ditutup seperti wanita-wanita muslim Afganistan misalnya. atau para penari Cak, yang berbusana lengkap layaknya ke mall saat pentas di panggung.

Playboy diterbitkan dan berkantor di Bali, menambah semarak citra Bali, yang saat ini mungkin saja, bisa saja Bali sudah mendukung sebutan Pulau Porno.

Ah, akankah Rumahku ini hancur begitu saja saat orang-orang sudah mulai mengekploitasi Bali hanya untuk kepentingan Dompet mereka ? Mungkin karena kami makin terbuai dengan sebutan orang luar yang mengatakan Orang Bali, begitu ramah dan terbuka pada setiap orang…

Post a comment

CommentLuv badge