Sumbangan Untuk Gempa Djogja

Djogja dilanda gempa, sudah hampir seminggu ini berlalu, namun dikoran-koran tetap saja muncul masalah klise, bantuan yang datangnya terlambat.Namun di Denpasar, seperti biasa, muncul banyak orang yang membawa kotak sumbangan dijalan-jalan, untuk mencari para dermawan yang bersedia menyumbangkan sedikit uangnya sebagai rasa berbela sungkawa atas bencana yang menimpa Djogja.

Tapi apakah kita pernah terlintas dalam ikiran, apakah dana yang masuk dalam sumbangan yang digelar di tengah-tengah jalan, dengan mengatasnamakan satu LSM atau organisasi tertentu, memang benar akan disalurkan ke daerah yang terkena bencana, ataukah tidak ada pertanggungjawaban lanjutan, sehingga dana tersebut malah masuk ke kantong pribadi ?

Ini juga sempat terlintas pada saat Pemerintah menggalang dana bantuan , namun mengingat klisenya permasalahan yang sering terjadi, dana bantuan disunat, dengan alasan administrasi, atau lainnya.

Aku rasa ini semua kembali pada moral sang penggagas sumbangan, dan pertanggung jawaban secara pribadi pada Tuhan nantinya, yang aku yakin takkan bisa dihapus sedemikian mudahnya dengan amal-amal yang ia lakukan untuk mendapat sekedar publisitas di mata masyarakat.

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik