Indonesia-ku

Bencana Djogja terjadi, Acehpun sudah lebih dulu tertimpa Tsunami, dan yang lebih membuat miris, bangsa-bangsa yang berada diluar Indonesia seakan-akan berlomba untuk menyampaikan bantuannya lebih dulu ke lokasi bencana, entah karena alasan kemanusiaan ataukah politis ? Sebagian orang yang dulunya asyik berdemo, kini mengecam tindakan-tindakan bangsa-bangsa luar yang memberikan sumbangan, dengan berbagai macam pembenaran atas alasan-alasan yang mereka kemukakan dapat mengancam persatuan bangsa Indonesia ini.

Lain lagi dengan orang-orang maupun tokoh masyarakat dan partai politik setempat, juga ikut berlomba memberikan sumbangan, tapi tentunya dengan mengundang pers terlebih dahulu, guna meliput kegiatan tersebut.

Masyarakat yang dulunya lebih banyak berdiam diri, menyaksikan para politikus saling hantam dalam pemerintahan, kini mulai bersuara, mendukung bangsa-bangsa luar yang begitu sigap memberikan bantuan secara riil, dan berharap bisa mencapai keseluruhan korban bencana.

Organisasi LSM maupun Instansi Pemerintah juga berlomba menggalang dana untuk disalurkan entah apakah sampai secara langsung dan utuh, ataukah disunat terlebih dahulu untuk kepentingan pribadi tertentu.

Ada juga Petinggi-petinggi Negara, yang lebih banyak melakukan Kunjungan terlebih dahulu, mengecek ke lokasi, apakah memang benar bencana memporakporandakan lokasi, ataukah itu hanya sekedar hal yang dibesar-besarkan oleh koran dan media lainnya, untuk kemudian ditindak lanjuti melalui birokrasi yang panjang dan rumit, dan mungkin saja setelah sebulan lebih baru dananya bisa terealisasi.

Masyarakat yang akhirnya menunggu terlalu lama, sudah tidak sabar, karena yakin bahwa Pemerintah tidak akan peduli begitu cepat menyalurkan bantuan, lantas menjarah tempat-tempat tertentu, hanya untuk mengganjal perutnya yang lapar.

Bersyukur, masih ada orang-orang yang menjadi relawan kemanusiaan, tanpa dibayar atas segenap peluh yang dikeluarkannya untuk membantu korban bencana di lokasi kejadian.

Itu semua baru 1 bencana dari sekian hal yang terjadi di Indonesia. Belum lagi masalah-masalah yang lalu, belum dapat diselesaikan secara maksimal oleh Pemeintah Indonesiaku, walaupun sudah mencapai waktu Tahunan.

Mungkin Indonesia sudah lupa dengan Aceh dan Tsunaminya, Mahasiswa dan Tragedi Semangginya, Poso Sampit dengan Perang Antar Sukunya, Papua dengan Freeportnya, Bali dengan 2 buah Bom di 2 tempat, atau malah Kudatuli yang mungkin saja melibatkan Petinggi-petinggi Negara saat itu, dan yang paling terlihat adalah Soeharto dan Kroninya….

Entah sampai kapan, Bangsa ini harus menunggu Indonesia yang makmur loh jinawi. Duuuh…

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik